Waymo, unit kendaraan otonom milik Alphabet, mengumumkan rencana meluncurkan layanan taksi tanpa sopir di wilayah Madrid, Spanyol, pada Selasa 20 Oktober 2026. Layanan yang ditargetkan mulai beroperasi tahun 2027 ini menjadi tonggak ekspansi Eropa bagi perusahaan robotaxi terbesar di dunia tersebut.
Menurut pengumuman perusahaan, armada Jaguar I PACE akan mulai terlihat di jalan jalan Madrid dalam beberapa hari ke depan. Pada tahap awal, setiap mobil masih diawaki spesialis terlatih di kursi kemudi untuk memetakan rute dan menguji sistem sebelum beralih ke operasi otonom penuh.
Co CEO Waymo Tekedra Mawakana menyebut Madrid sebagai kota dengan energi luar biasa dan potensi besar bagi mobilitas otonom. Selain ibu kota, layanan direncanakan menjangkau kota penyangga seperti Alcobendas dan Getafe menurut pemberitaan media Spanyol.
Spanyol sendiri sudah menyiapkan kerangka regulasi untuk uji kendaraan otonom melalui Direktorat Jenderal Lalu Lintas atau DGT. Bulan lalu DGT mengeluarkan izin uji nasional pertama bagi WeRide dan Uber, dan layanan komersial diperkirakan sudah bisa hadir di Madrid sebelum akhir tahun ini.
Waymo bukan pemain kemarin sore. Layanannya kini beroperasi di lebih dari 15 kota di Amerika Serikat dengan lebih dari 500 ribu perjalanan berbayar setiap pekan. Secara kumulatif perusahaan mencatat lebih dari 20 juta perjalanan berbayar sejak layanan komersial dimulai.
Rekor Keamanan Jadi Modal Ekspansi
Modal terbesar Waymo dalam meyakinkan regulator adalah data keselamatannya. Berdasarkan lebih dari 400 juta kilometer atau sekitar 249 juta mil perjalanan otonom, perusahaan mengklaim angka kecelakaan dengan korban cedera serius atau lebih parah 95 persen lebih rendah dibanding pengemudi manusia.
Angka tersebut penting karena kekhawatiran publik soal keselamatan masih menjadi hambatan utama adopsi kendaraan otonom di banyak negara. Dengan rekam jejak sepanjang itu, Waymo bisa berargumen bahwa teknologinya justru lebih aman daripada pengemudi manusia pada umumnya.
Peta Jalan Global yang Agresif
Madrid bukan satu satunya target. Waymo berencana meluncurkan layanan di London tahun ini, lalu menyusul Tokyo pada 2027 bekerja sama dengan operator taksi Nihon Kotsu dan aplikasi Go, sambil menunggu persetujuan regulator Jepang. Toronto dijadwalkan menyusul pada 2028 bersama mitra manajemen armada Element Fleet Management.
Langkah agresif ini menunjukkan persaingan robotaxi global kian memanas. Setelah menguasai pasar Amerika Serikat, para pemain besar kini berebut menjadi yang pertama menancapkan layanan di kota kota besar Eropa dan Asia.
Bagi pembaca di Indonesia, kabar ini memberi gambaran betapa cepat taksi otonom bergerak dari sekadar uji coba menjadi bisnis yang berjalan. Meski regulasi dan kondisi lalu lintas di kota kota Indonesia jauh lebih kompleks, tren global ini layak dipantau karena suatu saat bisa tiba di sini.


