Perusahaan komputasi awan asal Prancis OVHcloud berencana meluncurkan model kecerdasan buatan pertamanya pada awal 2027. CEO Octave Klaba menyampaikan rencana itu seusai perusahaan menerbitkan laporan keuangan tahunan pada Selasa 20 Oktober 2026.

Klaba juga menyebut sekitar separuh kapasitas cloud perusahaannya yang sudah terhubung saat ini tersedia untuk menerima klien baru. Total kapasitas terhubung OVHcloud mencapai 250 megawatt, dengan 140 megawatt sudah beroperasi sehingga 110 megawatt siap dipakai bisnis baru.

Kapasitas Menganggur Jadi Keunggulan

Kapasitas yang menganggur itu memberi OVHcloud keunggulan karena bisa langsung menerima pelanggan tanpa membangun pusat data baru. Para pesaingnya harus berinvestasi lebih dulu untuk menambah kapasitas demi melayani permintaan di kawasan tersebut.

Model AI OVHcloud dikembangkan dengan memanfaatkan Jupiter, superkomputer tercepat di Eropa. Rancangannya memakai pendekatan mixture of experts yang mengarahkan setiap tugas ke sub model khusus.

Menantang Dominasi Pemain Besar

Langkah ini memposisikan OVHcloud sebagai calon penantang Eropa bagi Mistral, sesama perusahaan AI asal Prancis. Sebelum model AI meluncur, platform produktivitas OVHai Workspace yang dilatih dari data internal perusahaan akan merilis uji coba pertamanya dalam waktu dekat.

Klaba menilai program komputasi yang didukung negara di Eropa cenderung melahirkan perlombaan proyek pusat data nasional yang tidak diimbangi basis pelanggan yang sepadan. Ia juga menyebut komitmen belanja publik sebesar 200 juta euro untuk layanan AI selama lima tahun terlalu kecil untuk menopang investasi swasta yang dibutuhkan.