Badan Gizi Nasional menguji coba integrasi kamera CCTV di sekitar 70 dapur program Makan Bergizi Gratis ke sebuah pusat pemantauan. Kepala BGN Sudaryono menyampaikan uji coba itu seusai rapat di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, pada Senin 19 Oktober 2026.
Dapur yang diuji coba adalah dapur SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang memasak makanan untuk program tersebut. Selama ini setiap dapur sebenarnya sudah memiliki CCTV, tetapi rekamannya hanya dipakai untuk kebutuhan internal dapur itu sendiri.
AI Menangkap Pelanggaran Prosedur
Dengan integrasi terpusat, rekaman dari puluhan dapur dapat dipantau sekaligus dari Jakarta. Teknologi AI membantu memeriksa kepatuhan terhadap prosedur operasional standar, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, sampai pencucian ompreng.
Sistem juga dapat mengirim notifikasi otomatis bila menemukan pelanggaran prosedur. Sudaryono mencontohkan pelanggaran sederhana yang masih sering terjadi, seperti pekerja memotong kol di lantai karena belum terbiasa bekerja di atas meja sesuai prosedur.
Tanpa Pengadaan Kamera Baru
BGN memanfaatkan kamera yang sudah terpasang di dapur sehingga tidak memerlukan pengadaan CCTV baru berskala besar. Sudaryono menegaskan tidak ada anggaran untuk membeli puluhan ribu kamera baru.
Uji coba ini menjadi langkah awal sebelum integrasi diperluas ke lebih banyak dapur. Pemantauan terpusat diharapkan membuat standar kebersihan dan keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis lebih terjaga.


