Startup kecerdasan buatan Inception meluncurkan Mercury 3, model bahasa berbasis difusi yang diklaim menjadi yang tercepat di kelasnya, pada 19 Oktober 2026.

Berbeda dari model bahasa pada umumnya yang menulis teks token demi token, Mercury 3 memakai pendekatan difusi. Model ini menulis blok teks secara paralel, mirip cara model gambar bekerja, sehingga kecepatannya melonjak jauh.

Dalam rilis resminya, Inception mengklaim Mercury 3 berukuran 40 kali lebih besar dari Mercury 1, dengan context window satu juta token. Perusahaan yang berbasis di Redwood City ini juga mengklaim kecepatannya mencapai 1.068 token per detik di GPU Nvidia, serta unggul atas GPT 6 Luna dan Claude Haiku 5.5 di 8 dari 12 benchmark yang diuji.

Perlu dicatat, seluruh angka performa tersebut merupakan klaim Inception. Analisis independen mempertanyakan kelengkapan benchmark yang dipakai serta spesifikasi GPU yang digunakan dalam pengujian, sehingga klaim tersebut belum terverifikasi pihak ketiga.

Pendiri dan Dukungan Investor

Inception didirikan salah satunya oleh Stefano Ermon dan mendapat dukungan dari Menlo Ventures, M12 yang merupakan lengan investasi Microsoft, serta dua tokoh kecerdasan buatan Andrew Ng dan Andrej Karpathy.

Model difusi untuk bahasa sendiri bukan konsep baru, tetapi implementasinya di skala besar masih jarang. Jika klaim kecepatan Inception terbukti, pendekatan ini bisa mengubah ekonomi inferensi model bahasa, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan respons sangat cepat seperti asisten suara dan agen otonom.

Kombinasi kecepatan tinggi dan harga murah memang menggoda, tetapi pembeli perlu menunggu hasil pengujian independen. Sejarah industri menunjukkan klaim benchmark dari vendor kerap terlihat berbeda ketika diuji dengan metode yang netral.

Harga dan Ketersediaan

Soal harga, Inception mematok 0,20 dolar AS per juta token input dan 0,70 dolar AS per juta token output. Selama masa peluncuran, perusahaan memberi diskon 50 persen dan token gratis sebanyak 100 juta bagi pemilik kunci API baru.

Mercury 3 tersedia melalui API Inception, OpenRouter, Baseten, dan Vercel. Model ini juga kompatibel dengan API OpenAI, sehingga pengembang dapat mencobanya tanpa mengubah banyak kode.

Bagi pengembang Indonesia, kehadiran Mercury 3 memberi opsi baru di tengah persaingan model cepat dan murah. Token gratis 100 juta cukup untuk tahap eksperimen sebelum memutuskan berlangganan.

Inception belum mengumumkan jadwal pembaruan model berikutnya. Yang jelas, peluncuran Mercury 3 memanaskan kembali perdebatan soal arsitektur terbaik untuk model bahasa di era agen AI.