Anthropic memutus hubungan dengan sekelompok pelanggan berbayar yang menyumbang lima sampai tujuh persen dari total pendapatannya selama sembilan bulan pertama 2026. Keputusan berani ini diambil setelah perusahaan memastikan bahwa akun akun itu sebenarnya dioperasikan oleh laboratorium kecerdasan buatan asal China yang menambang jawaban Claude untuk melatih model mereka sendiri.

Temuan tersebut diungkap dalam pertemuan dengan para investor di San Francisco pada pekan lalu. Nama laboratorium yang disebut antara lain DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax, tiga nama yang selama ini dikenal lewat model modelnya yang diperbincangkan publik teknologi dunia.

Praktik yang dijalankan para penyusup itu dikenal sebagai distilasi, yaitu memanfaatkan keluaran sebuah model canggih untuk melatih model lain tanpa membangunnya dari awal. Anthropic menilai cara itu setara dengan pencurian kekayaan intelektual sekaligus berpotensi mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.

Sejak awal Oktober perusahaan yang bermarkas di San Francisco itu menggulirkan lapisan pertahanan baru. Akun yang dicurigai dibatasi aksesnya, lalu lintas yang memakai perantara diblokir, dan puluhan ribu akun palsu ditutup secara bertahap.

Anthropic mengklaim benteng barunya memangkas sembilan puluh sampai sembilan puluh sembilan persen data yang berhasil disedot, dan aktivitas distilasi praktis terhenti. Pada Februari 2026 perusahaan sempat menyebut lebih dari 16 juta interaksi berjalan lewat sekitar 24 ribu akun palsu, sebuah angka yang menunjukkan betapa masifnya penyadapan keluaran model yang dihadapi para pembuat model frontier.

Taruhan Besar Menjelang Penawaran Perdana

Keputusan melepas sebagian pelanggan datang di tengah persiapan penawaran saham perdana yang disebut sebut bakal menjadi yang terbesar dalam sejarah. Pendapatan Anthropic melesat dari 4,7 miliar dolar pada kuartal pertama menjadi 11,6 miliar dolar pada kuartal kedua dan 16,8 miliar dolar pada kuartal ketiga 2026. Valuasi yang dibahas untuk IPO disebut berada di kisaran 1,5 triliun dolar.

Dengan memutus pelanggan berbayar, Anthropic memilih keamanan model di atas pendapatan jangka pendek. Harapannya, laboratorium China yang kehilangan sumber distilasi akan melambat dalam mengejar ketertinggalan dari model buatan Amerika Serikat.

Pelajaran bagi Ekosistem AI Indonesia

Bagi Indonesia, episode ini memberi pelajaran soal pentingnya melindungi aset model sejak dini. GoTo baru saja merilis model bahasa sumber terbuka dengan 27 miliar parameter. Pertanyaannya bukan sekadar seberapa canggih model itu dibuat, melainkan seberapa siap ia dilindungi dari praktik penyadapan serupa begitu dipakai luas.

Konteks Asia Tenggara pun ikut relevan karena Moonshot, salah satu laboratorium yang disebut Anthropic, baru membuka operasi di Singapura. Persaingan teknologi Amerika Serikat dan China berpotensi memengaruhi akses developer Asia ke model frontier, baik lewat harga, skema lisensi, maupun kebijakan penggunaan.

Langkah Anthropic menegaskan satu hal. Di era ketika model AI menjadi aset strategis sebuah perusahaan, pembuatnya rela mengorbankan pendapatan demi menjaga keunggulannya dari pihak yang hanya ingin menyedot hasilnya.